Menu Close

STIKes Bina Bangsa Majene Perkuat Sinergi Pemerintah dan Dunia Pendidikan dalam Percepatan Penurunan Stunting

Majene, 4 Juni 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bina Bangsa Majene memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui Seminar Kesehatan dalam rangka Dies Natalis ke-22. Mengangkat tema “Peran Strategis Pemerintah dalam Percepatan Penurunan Stunting”, kegiatan ini menghadirkan unsur pemerintah daerah sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman mengenai kondisi, kebijakan, serta strategi penanganan stunting di Sulawesi Barat dan Kabupaten Majene.

Seminar yang dilaksanakan secara hybrid, bertempat di Aula STIKes Bina Bangsa Majene dan melalui Zoom Meeting, diikuti oleh sekitar 250 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, serta Kader Posyandu Binaan STIKes Bina Bangsa Majene. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-22 sekaligus bentuk kontribusi akademik STIKes Bina Bangsa Majene terhadap isu kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian penting di daerah.

Sesi pertama menghadirkan dr. Hj. Nursyamsi Rahim, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau membahas Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Sulawesi Barat, meliputi situasi stunting di tingkat provinsi, capaian program, serta berbagai tantangan dalam implementasi program di lapangan.

Materi yang disampaikan juga menyoroti pentingnya intervensi gizi spesifik dan sensitif, termasuk suplementasi gizi, pemberian makanan tambahan, sanitasi, air bersih, serta ketahanan pangan. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dan masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan percepatan penurunan stunting di Sulawesi Barat.

Pada sesi berikutnya, Dr. Hj. Andi Ritamariani Basharoe, M.Pd, Wakil Bupati Kabupaten Majene, hadir secara daring sebagai Keynote Speaker dan menyampaikan materi “Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Majene”. Beliau memaparkan kondisi stunting di Kabupaten Majene serta berbagai program dan kebijakan strategis yang telah dan sedang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Majene.

Dalam pemaparannya, Wakil Bupati Majene menekankan pentingnya intervensi terpadu, pemberdayaan kader Posyandu, penerapan program Gizi Seimbang, serta penguatan peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat kecamatan dan desa. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, institusi kesehatan, dunia pendidikan, dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mencapai target penurunan stunting di Kabupaten Majene.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan diskusi. Peserta antusias membahas berbagai hal, mulai dari strategi yang dapat dilakukan mahasiswa kesehatan dalam mendukung program penurunan stunting, koordinasi antara Puskesmas dan kader Posyandu, hingga tantangan penanganan stunting di wilayah Sulawesi Barat dan peran institusi pendidikan kesehatan sebagai mitra strategis pemerintah.

Ketua STIKes Bina Bangsa Majene, Yulianah Sulaiman, S.Kep., Ns., M.Kep, dalam sambutan pembukaan menekankan pentingnya kontribusi institusi pendidikan kesehatan dalam mendukung program pemerintah. Kehadiran pemerintah daerah dalam seminar ini diharapkan semakin memperkuat hubungan antara dunia akademik dan pemerintah dalam menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, STIKes Bina Bangsa Majene berharap mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan tidak hanya memiliki pemahaman akademik mengenai stunting, tetapi juga mampu mengambil peran dalam upaya pencegahan dan penanganannya di masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, kader Posyandu, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Seminar Kesehatan ini sekaligus menegaskan komitmen STIKes Bina Bangsa Majene untuk terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan kesehatan di Kabupaten Majene dan Provinsi Sulawesi Barat, melalui pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *